Hidup Benar-Benar Bisa Dinikmati Kalau Menjadi Dirimu Sendiri

Kamis, 03 April 2014

Danshi Membuat Cerpen Silent Hill

Danshi no Blog - Selamat pagi teman-teman, jumpa lagi dengan danshi di pagi buta ini. Pada post hari ini Danshi akan membuat sebuah cerita pendek. Ya, sebelumx aku pernah membuatx menjadi sebuah novel namun karena buatku masih ada yang kurang maka aku mau membuat yang baru lagi. Karena itu aku butuh kritik dan saran dari teman2 sekalian




Cerpen ini aku beri nama Silent Hill : The Graduate  Aku terinspirasi dari game Silent Hill, bukan dari filmx loh yang penuh dengan Gore. Hueeek. Karena, Game Silent Hill tema horror Psikologikal yang diberikan benar2 membuatku terpukau bukan dari monsterx melainkan cara mereka membuat suasana lingkungan benar2 sangat berseni (dalam artian horror). . . Dengan JumpScare. #Ngomong_Apa_Aku
Danshi Membuat Cerpen Silent Hill




Aku sangat suka menulis pada awalx namun sekarang agak berkurang. Sayang sekali tapi tetap aku mau berkarya. Kalau gitu mari kita mulai saja cerita pendekx.

Bab I Kelas 3 – C

Kegiatan kelas hari ini berjalan seperti hari-hari biasanya. Melihat membuku dan membaca, ataupun juga mendengarkan guru yang berbicara yang tiada habisnya sampai kelas usai. Apalagi nanti ditambah dengan Bimbel yang hanya membuat siswa yang pintar menjadi lebih pintar, tetapi bagi siswa yang bodoh malah membuatnya semakin malas. Beginilah kehidupan sekolah yang mau mendekati ujian kelulusan. Tidak ada waktu lagi untuk bersenang maupun juga berkumpul dengan teman-teman seperti biasa. Dan tugas-pun yang menjadi lebih banyak.
Selalu saja saat mendekati ujian akhir semester selalu saja banyak tugas yang diberikan. Apakah guru-guru senang menyiksa orang bodoh ?
Bukannya aku marah kepada mereka, tetapi ini tidak wajar saja. Tugas yang diberikan itu belum tentu bakal keluar di ujian akhir. Faktanya aku sudah mengalami masalah yang seperti ini sudah dua kali sejak masuk sekolah ini.
Jika dipikirkan baik-baik kenapa juga banyak ujian yang harus ditempuh.
Padahal kalau dibayangkan saja apakah semua mata pelajaran sekolah akan bisa dibawa waktu kuliah. Jawabannya saja pasti tidak. Lihat saja sekarang diuniversitas yang memiliki sistem perfalkutasan yang sudah ada sejak dulu. Dan perfalkutas dibagi dengan jurusan yang bermacam-macam. Tidak mungkin mata pelajaran Fisika akan bisa membawaku ke jurusan Psikolog. Benar-benar tidak mungkin bukan?
Kalau dilihat saja sama seperti agama. Tidak semuanya agama itu kristen tapi juga ada agama lainnya. Tidak jelas kalau orang yang beragama kristen diberi pelajaran agama islam.
Kenapa sistem pendidikan tidak diubah saja. Begitu banyak ilmu yang harus dipelajari membuatku yang tidak pintar ini semakin tersiksa dan semakin malas untuk mengerjakan tugas maupun belajar. Jika diubah aku harap bisa memilih pelajaran yang mungkin bisa membawaku ke kuliah nanti. Dan juga memudahkanku untuk bisa menjadi seorang wisudawan.
Aku mungkin memikirkan permasalahan tugas terlalu jauh. Tapi semoga saja harapanku itu terkabul.
Lebih baik sekarang aku mengerjakan tugasku saja. Saat aku melihat buku fisika dan seketika saja semangatku untuk mengerjakan mulai menurun drastis. Rasanya aku tidak ingin mengerjakannya dan langsung ingin segera lulus sekolah.
Namun, apa boleh buat. Yang bisa dilakukan oleh siswa seperti aku ini adalah menuruti perintah yang diberikan oleh guru. Dan juga daipada saat aku dirumah menghabiskan waktu dengan tugas lebih baik aku kerjakan sekarang. Apalagi saat ini belum ada guru yang masuk kedalam kelasku.


“Hufh”
Aku menghelakan nafasku dari mulut saat membuka buku, setidaknya cara itu membuatku sedikit bersemangat untuk mengerjakan.
“Eh, masa!? Kok bisa kamu terima?”
“Dia maksa gitu! Yah, udah aku terima.”
“Kaciannya kawanku. Tehehe”
Jika kau sedang mengerjakan tugas tapi didepanmu ada sekumpulan cewe-cewe yang berisik sedang bergosip, pastinya kamu akan mengerti rasanya bukan?
Rasanya sangat mengganggu dan ingin pergi menjauh dari kebisingan itu. Tapi posisiku saat ini juga lagi malas-malasnya untuk berdiri dari kursi. Lebih baik aku tidak memperdulikan mereka saja seperti biasa, pikirku.
Namaku Cliff Raditya. Saat ini umurku masih enam-belas-tahun dan seoarang siswa SMA kelas 3.
Kalau boleh kukatakan diriku sangat berbeda dengan siswa-siswa yang ada dikelasku ini. Aku mencoba menarik diriku dari hubungan sosial maupun juga tidak mau memikirkan terlebih dahulu mengenai hubungan percintaan dengan cewe. Karena aku sangat buruk dalam proses berkomunikasi dengan orang lain.
Diriku mengidap penyakit kejiwaan yang bernama schizopernia. Yang dimana kadang aku memberikan tanggapan buruk atau berbeda saat lawan bicara mencoba berkomunikasi denganku. Contohnya saja aku berekspresi maupun juga berbicara yang tidak sesuai dengan keadaan disekitar.
Karena itu aku menarik diriku sendiri dari kehidupan sosial. Dan akhirnya membuat seluruh siswa dikelasku ini mulai menjauh dariku perlahan-lahan. Sampai kehadiranku sudah tidak dianggap lagi.
Menyakitkan tetapi aku mencoba untuk menahannya. Apalagi aku mengerti apa yang dirasakan orang disekitar saat menilaiku. Pastinya mereka selalu berpikiran negatif terhadapku. Masalah ini ku merahasiakannya dari orang-orang terdekatku. Karena mereka tidak mungkin bisa atau mau mengurusi masalah orang lain seperti aku. Tapi berbeda dengan adikku.
Adikku sangat perhatian terhadapku sejak orangtua kami meninggal. Dia mengambil alih perannya menjadi seorang Ibu. Agak aneh tapi kenyataannya dia bisa melakukannya dengan baik.
Sampai pada akhirnya Tuhan juga mengambilnya dari aku. Kepergiannya yang sangat cepat membuatku sangat terguncang sampai saat ini.
Aku mengira Tuhan sudah sangat membenci dengan diriku. Tapi aku tidak bisa menyalahkan Tuhan, karena mungkin saja ini sudah menjadi takdir hidupku. Walaupun takdir, aku menolak untuk berpikiran adikku sudah tiada. Sampai saat ini aku tidak bisa menerima kenyataan dan hanya mengira kalau adikku hilang.
Beginilah aku. Selalu saja mencoba mengalihkan keributan yang ada disekitarku dengan mengingat masa lalu. Dengan begitu aku bisa tidak memperdulikan apa yang sedang terjadi. . .


Ini hanya intro jika mau lihat lanjutan, ayo lihat di post berikutnya. Disini

Sumber Gambar: 1)Deviantart.com 

0 komentar:

Posting Komentar